Translate

Jumat, 07 Maret 2014

SEL

         Sel merupakan bagian/unit terkecil penyusun tubuh makhluk hidup. Sel berasal dari bahasa Yunani "kytos" atau bahasa Latin "cella" yang berarti rung kosong. Antonie van Leuwenhoek merupakan orang pertama yang melihat sel dan mengakuinya sebagai satuan kehidupan pada akhir abad ke-17. Ada beberapa tokoh pencetus teori sel yaitu :
  1. Gregor Mendel, mengatakn bahwa sel sebagai unit genetika
  2. Rudolf Virchow, mengatakan bahwa sel sebagai unit reproduksi
  3. Schleiden & Schwan, mengatakan bahwa sel sebagai unit struktural
  4. max Scultzl, mengatakan bahwa sel sebagai unit Fungsional


STRUKTUR dan FUNGSI SEL


  • Membran Plasma, Membran plasma berupa suatu selaput tipis dan halus yang menyelubungi sel dan memisahkan isi sel dengan lingkungan sekitarnya. Membran plasma memiliki sifal elastis dan permeabel. Sifat permeabel artinya bahwa membran sel dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya. Membran plasma memiliki fungsi, yaitu : 
  1. tempat terjadinya beberapa reaksi kimia
  2. pengatur gerakan materi yang masuk dan keluar dari sel
  3. pemindah sinyal dan informasi
  4. sebagai pelindung isi sel
  • Sitoplasma
    Sitoplasma merupakan cairan sel yang bersifat kompleks yang terdapat di dalam sel, tetapi diluar nukleus (inti sel). khusus untuk cairan ini yang berbeda dalam inti sel dinamakan nukleoplasma. Cairan ini bersifat koloid, homogen, tidak berbentuk, dan jernih.
  • Nukleus (inti sel)Nukleus adalah organel yang paling penting bagi kehidupan sel yang terdapat di dalam sel dengan bentuk bulat/oval. Fungsi Nukleus antara lain : 
  1. pengatur seluruh kegiatan atau aktivitas hidup dari sel.
  2. mengatur proses perkembangbiakan atau pembelahan sel
  3. mengatur proses penurunan sifat
  4. mengatur proses pembentukan protein
  • Organel Sel
  1.  Retikulum Endoplasma, adalah pembuluh halus atau saluran kecil yang membentuk jalinan rongga/ruangan yang menghubungkan membran plasma dengan membran inti. Retikulum endoplasma memiliki komposisi kimia yang tersusun atas lipoprotein. Retikulum endoplasma dibagi menjadi dua, yaitu RE kasar dan RE halus. 
  2. Ribosom, rungsi ribosom adalah tempat sintesis protein (dimulai dengan penggabungan asam amino menjadi rantai polipeptida) ribosom berderet bergabung membentuk poliribosom.
  3. Badan Mikro, ditemukan oleh Rhodin (1945) yang mempunyai ciri berbentuk bulat, diameter 0,2-0,5 cm, diselubungi oleh membran tunggal, berisi butiran halus berbentuk kristal/filamen protein dari retikulum endoplasma yang selalu berhubungan.
  4.  Badan Golgi, merupakan organel berbetuk lantung pipih yang bertumpuk-tumpuk dan terikat dalam membran. Fungsi badan golgi yaitu : 
    • mengangkut dan mengubah secara kimia materi-materi yang ada di dalamya
    • menghasilkan lendir (musim/mocus)
    • pembentukan dinding sel
    • sekresi dan ekskresi karbohidrat, protein, lipoprotein, lemak, dan glikoprotein. 
  5. Lisosom, adalah organel berbentuk seperti saku bulat sampai lonjong yang terbungkus oleh selapis membran. Pada umumnya lisoson berfungsi sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencerna seluler. Fungsi Lisosom tercantum sebagai berikut :
    • Mencerna materi yang diambil secara endositosis.
    • Fagositosis jika berupa materi padat.
    • Pinositosis jika berupa materi cair.
    • Autofagi, menyingkirkan struktur-struktur yang tidak dikehendaki di dalam sel.
    • Eksositosis, pembebasan enzim di luar sel mengganti tulang rawan menjadi keras.
    • Autolisis, penghancuran diri sel dengan cara membebaskan semua isi lisosom dalam sel "saku pembunuh diri".
  6.  Mitokondria, (the power house), adalah organel berbentuk bulat dengan struktural yang kompleks yang mempunyai ukuran 0,2-0,3 cm. Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak energi ATP. Respirasi merupakan proses untuk menghasilkan energi bagi berlangsungnya proses hidup, karena itu mitokondria diberi julukan the power house (pembangkit tenaga) bagi sel.
MACAM-MACAM SEL
  • Dinding sel, berfungsi sebagai pelindung dan memberi bentuk sel. Dinding sel adalah bagian terluar dari sel. Pembentukan pada waktu pembelahan sel (dinding primer) dan penebalan (dinding sekunder). (hanya terdapat pada tumbuhan)
  • Vakuola (rongga sel), adalah suaru rongga atau kantong berisi cairan yang dikelilingi oleh selapis membran. Beberapa hal yang membedakan vakuola pada hewan dan tumbuhan adalah ukurannya. Vakuola tumbuhan lebih besar. (terdapat pada hewan dan tumbuhan)
  •  Plastida, merupakan organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan. Organel ini adalah hasil perkembangan dari proplastida yang banyak terdapat di tempat yang bersifat meristematik. Plastida mengandung pigmen fotosintesis yang berperan untuk menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. Klorofil menyerap sinar merah, biru, ungu, dan memantulkan sinar hijau. ket : Grana, proses fotosintesis pada reaksi terang. Stroma, proses fotosintesis pada reaksi gelap. (hanya terdapat pada tumbuhan)
  • Lisosom, yaitu berfungsi untuk pencernaan intra seluler karena di dalamnya terdapat enzim lisozim. (hanya terdapat pada hewan)
  • Sentrosom, yaitu komponen/bagian dalam sel hewan yang berperan dalam proses pembelahan sel. terdapat sepasang sentriol. (hanya terdapat pada hewan)
  • Peroksisom, merupakan bagian dari sel yang bisa menghasilkan enzim peroksidase. (hanya terdapat pada hewan)
  • Glioksisom, terkait dengan proses perubahan molekul biokimia fotosintesis. (hanya terdapat pada tumbuhan) 


TRANSPOR MELALUI MEMBRAN
Sel akan melakukan transpor molekul. Transpor molekul dilakukan sel melalui membran sel yang bersifat permeabel. Selektif permeabel, artinya membran sel dapat dilewati molekul tertentu sesuai yang dikehendakinya. Transpor molekul pada sel terjadi karena adanya perbedaan kensentrasi antara zat atau larutan.

  1.  Transpor pasif, merupakan perpindahan suatu zat yang tidak memerlukan energi. Transpor pasif melalui peristiwa difusi, difusi terfasilitasi, osmosis.
    • Difusi, merupakan perpindahan suatu zat dari larutan berkonsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan berkonsentrasi rendah (hipotonis).
    • Difusi Terfasilitasi, merupakan transpor pasif, karena hanya mempercepat proses difusi dan tidak merubah arah gradien konsentrasi. Difusi terfasilitasi melibatkan difusi dari molekul polar dan ion melewati membran dengan bantuan protein transpor. 
    •  Osmosis, merupakan proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinngi (hipertonis) melalui membran semipermeabel sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis). 
  2.  Transpor aktif, transpor aktif memerlukan energi dari dalam sel untuk melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif sangat diperlukanu untuk memelihara keseimbangan molekul-molekul di dalam sel. Sumber energi transpor aktif adalah ATP (adenosin trifosfat). Transpor aktif dibagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Transpor aktif primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP, sedangkan transpor aktif sekunder jika terjadi potensial membran. kedua jenis transpor tersebut saling berhubungan erat karena transpor aktif primer akan menciptakan potensial membran dan ini memungkinkan terjadinya transpor aktif sekunder.
  3. Eksositosis, yaitu keluarnya zat dari dalam sel dengan cara membentuk lekukan pada sebagian membran sel dengan bantuan energi. Eksositosis biasanya berupa pengeluaran zat dari sel-sel kelenjar pada peristiwa sekresi, contohnya adalah zat yang di eksositosis dari kelenjar pankreas menghasilkan hormon insulin.
  4. Endositosis, yaitu proses pemasukan zat dari luar sel ke dalam sel dengan membentuk lekukan. Kegiatan ini memerlukan energi. Sel mengambil molekul dan partikel dari luar atau lingkungan dengan cara vesikel baru dari membran plasma. Ada Pinositosis yaitu endositosis zat cair dan ada Fagositosis yaitu endositosis zat padat.

Sekian dan Terimakasih. Sukron ya akhi wa uhkti

follow me on http://www.facebook.com/nadhimannaufal & https://twitter.com/nadhimannaufal